Studi Kasus: Video Safety Induction WIKA, dari 2017 ke 2019
Poin penting
- Video safety induction WIKA 2017 "Go Home Safely" bercerita tentang satu hari pekerja proyek, sedangkan video 2019 memandu tamu dan karyawan menyusuri gedung WIKA.
- Video WIKA 2017 menjawab "mengapa saya harus patuh" lewat cerita, sedangkan video 2019 menjawab "apa yang harus saya lakukan, dan di mana" lewat presenter.
- Untuk video safety induction, cerita dengan tokoh yang relevan lebih efektif untuk masalah kepatuhan, sedangkan masalah orientasi butuh tempat asli yang ditunjukkan langkah demi langkah.
- Di PopOut, video safety induction mulai dari Rp15.000.000 per video, tergantung format, jumlah lokasi dan hari syuting, izin akses, jumlah versi, dan bahasa.
- Empat video safety induction yang diproduksi PopOut untuk WIKA, Waskita Karya, dan Pertamina Shipping berdurasi sekitar 4,5 sampai 5,5 menit.
Daftar isi 8 bagian
Dalam dua tahun, PopOut memproduksi dua video safety induction untuk PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dengan pendekatan yang sangat berbeda. Video 2017 bercerita tentang satu hari seorang pekerja proyek, sedangkan video 2019 memandu tamu dan karyawan menyusuri gedung WIKA. Studi kasus ini membandingkan keduanya dan merangkum pelajaran untuk tim HSE yang sedang merencanakan video serupa.
Kedua video bisa ditonton beserta cerita produksinya di halaman portofolio WIKA "Go Home Safely" (2017) dan Video Safety Induction WIKA 2019. Artikel ini tidak mengulang isi halaman tersebut. Fokusnya adalah apa yang berubah dari satu edisi ke edisi berikutnya, dan mengapa perubahan itu penting bagi siapa pun yang harus menyampaikan aturan keselamatan lewat video.
Dua video, dua kebutuhan
Sekilas keduanya sama: video safety induction untuk perusahaan yang sama, diproduksi oleh PopOut, dengan durasi yang tidak jauh berbeda. Perbedaannya baru terlihat ketika kita melihat siapa penontonnya dan di mana mereka akan berada setelah video selesai diputar.
| Aspek | WIKA 2017 "Go Home Safely" | WIKA 2019 |
|---|---|---|
| Tim di pihak klien | QSHE (Quality, Safety, Health and Environment) | SHE (Safety, Health and Environment) |
| Penonton | Pekerja di lokasi proyek WIKA | Tamu dan karyawan yang memasuki gedung WIKA |
| Lokasi syuting | Sebuah rumah dan proyek konstruksi yang sedang berjalan | Gedung WIKA, halaman depan gedung, dan studio green screen |
| Struktur | Cerita satu hari seorang pekerja, dari rumah dan kembali ke rumah | Presenter memandu penonton sesuai urutan kedatangan tamu |
| Elemen produksi | Panel lampu LED, perekam suara khusus, label APD di layar, timelapse | Kamera sinema, slider, matte box, green screen, drone, grafis, subtitle |
| Durasi | Sekitar 4 menit 34 detik | Sekitar 5 menit 17 detik (versi pendek) |
2017: membuat pekerja peduli pada alasannya
Tantangan yang dibawa tim QSHE WIKA pada 2017 bukan kurangnya aturan. Aturan keselamatan di proyek konstruksi sudah ada dan sudah dikenal. Masalahnya, aturan baru benar-benar dijalankan ketika setiap pekerja memahami alasan di baliknya. Daftar larangan yang dibacakan di ruang induksi mudah didengar lalu dilupakan.
Karena itu, video ini tidak dibuka dengan daftar aturan. Ceritanya dimulai di rumah seorang pekerja bersama istrinya, mengikuti perjalanannya dengan skuter ke proyek, lalu memperlihatkan ia memakai sepatu keselamatan dan helm sebelum briefing pagi bersama kru proyek. Adegan di scaffolding menunjukkan penggunaan harness. Video berakhir di tempat yang sama dengan awalnya: sang pekerja tiba di rumah dan disambut istrinya, diikuti judul "Go Home Safely".
Struktur melingkar ini adalah inti pesannya. Setiap alat pelindung diri tidak lagi tampil sebagai kewajiban administratif, tetapi sebagai bagian dari perjalanan pulang. Agar cerita tidak mengaburkan informasi, label di layar seperti Safety Shoes dan Safety Helmet menyebut setiap APD saat dipakai. Penonton mendapatkan dua hal sekaligus: alasan emosional untuk patuh, dan daftar perlengkapan yang jelas.
Dari sisi produksi, syuting di proyek yang sedang berjalan menuntut kru bekerja seperti pekerja di lokasi tersebut. Kru video shooting PopOut memakai helm, rompi, dan harness, dengan panel lampu LED dan seorang perekam suara khusus. Detail ini penting: video yang mengajarkan keselamatan tidak boleh memperlihatkan kru atau pemain yang melanggar aturan di belakang layar. Penyusunan cerita, pembuka dengan timelapse dan gambar udara kota, serta label APD disusun di tahap video editing.
2019: menunjukkan jalan, langkah demi langkah
Pada 2019, kebutuhannya berbeda. Tim SHE WIKA membutuhkan induksi bagi orang yang memasuki gedung WIKA, baik tamu maupun karyawan. Penonton ini tidak memanjat scaffolding. Yang mereka perlukan adalah orientasi: apa yang terjadi di gerbang, di mana harus mendaftar, aturan apa yang berlaku di lantai kantor, dan ke mana harus pergi bila ada keadaan darurat.
Pertanyaan semacam itu paling mudah dijawab dengan menunjukkan tempatnya. Naskah 2019 disusun mengikuti urutan yang dialami seorang tamu: pemeriksaan di gerbang dan kendaraan, registrasi di resepsionis, aturan di lantai perkantoran, hingga jalur evakuasi dan titik kumpul. Seorang presenter memandu penonton dari satu titik ke titik berikutnya, sehingga video berfungsi seperti tur gedung yang bisa diputar ulang kapan saja.
Format ini membawa perangkat produksi yang berbeda. Rekaman di dalam gedung memakai kamera sinema, slider, dan matte box. Segmen presenter direkam dalam sesi green screen. Bagian yang paling menuntut koordinasi adalah simulasi evakuasi: petugas berompi oranye memperagakannya di halaman depan gedung. Gambar udara dari drone shooting dan piloting melengkapi rekaman darat dan menutup video, sementara grafis on-screen dan subtitle di bagian bawah layar memastikan setiap instruksi bisa dibaca, bukan hanya didengar.
Hasilnya adalah versi pendek berdurasi sekitar 5 menit 17 detik, dirancang untuk diputar di awal sesi induksi agar setiap tamu dan karyawan menerima pengarahan yang sama tentang prosedur kedatangan, aturan di dalam gedung, dan langkah evakuasi.
Apa yang berubah, dan apa yang tetap
Jika diringkas, video 2017 menjawab pertanyaan "mengapa saya harus patuh?", sedangkan video 2019 menjawab "apa yang harus saya lakukan, dan di mana?". Perbedaan pertanyaan inilah yang mengubah hampir semua keputusan lain:
- Struktur mengikuti perjalanan penonton. Pekerja proyek mengikuti satu hari kerja, jadi ceritanya mengikuti satu hari kerja. Tamu gedung mengikuti urutan kedatangan, jadi videonya mengikuti urutan kedatangan.
- Pemandu berganti. Di 2017, tokoh pekerja menjadi cermin bagi penonton. Di 2019, presenter berperan sebagai petugas yang menjelaskan prosedur secara langsung.
- Teks di layar naik peran. Label APD di 2017 menegaskan poin di dalam cerita. Grafis dan subtitle di 2019 membawa sebagian besar instruksi, karena prosedur harus bisa diikuti persis.
- Adegan tersulit berbeda. Di 2017 tantangannya bekerja di proyek aktif dengan aman. Di 2019 tantangannya memperagakan evakuasi secara meyakinkan bersama petugas evakuasi di lokasi gedung yang sebenarnya.
Satu hal tidak berubah. Video 2019 ditutup dengan gambar udara dan pesan "Go Home Safely", kalimat yang sama yang menjadi judul video 2017. Meski format, penonton, dan lokasinya berbeda, kedua edisi berujung pada pesan yang sama. Bagi tim HSE, ini contoh sederhana bagaimana materi induksi yang dibuat bertahun-tahun terpisah tetap terasa sebagai satu program keselamatan, bukan dua video yang berdiri sendiri.
Pelajaran untuk tim HSE yang merencanakan video safety induction
Berikut prinsip yang bisa diterapkan perusahaan lain, diambil dari perbandingan kedua produksi di atas:
- Mulai dari penonton dan tempat mereka berada. Pekerja lapangan, tamu kantor, dan kontraktor membutuhkan induksi yang berbeda. Tentukan dulu siapa yang menonton dan area mana yang akan mereka masuki, baru pilih formatnya.
- Bedakan video "mengapa" dan video "bagaimana". Bila masalahnya kepatuhan, cerita dengan tokoh yang relevan bekerja lebih baik daripada daftar aturan. Bila masalahnya orientasi dan prosedur, tunjukkan tempatnya langkah demi langkah.
- Jadikan perjalanan penonton sebagai kerangka naskah. Satu hari kerja atau satu kali kedatangan adalah urutan yang sudah dikenal penonton, sehingga materi lebih mudah diingat.
- Tulis setiap aturan penting di layar. Label dan subtitle membuat poin keselamatan tetap tertangkap, dan memudahkan penonton yang kurang menangkap narasi.
- Rekam tempat yang sebenarnya. Gerbang, resepsionis, jalur evakuasi, dan titik kumpul yang asli lebih mudah dikenali daripada ilustrasi. Bila video harus dipakai di banyak lokasi berbeda, pertimbangkan animasi.
- Rencanakan adegan evakuasi sejak awal. Simulasi membutuhkan petugas, izin penggunaan area, dan jadwal yang tidak mengganggu operasional, jadi masukkan ke rencana produksi sejak awal.
- Siapkan beberapa versi. Video WIKA 2019 memiliki versi pendek. Versi untuk tamu umumnya lebih ringkas daripada versi untuk karyawan dan kontraktor yang memuat materi tambahan.
- Pastikan kru produksi mematuhi aturan yang sama. Kru yang memakai APD dan mengikuti aturan lokasi menjaga keselamatan sekaligus memastikan tidak ada pelanggaran yang ikut terekam.
- Pertahankan satu pesan lintas edisi. Kalimat seperti "Go Home Safely" mengikat video-video yang dibuat pada waktu berbeda menjadi satu program yang konsisten.
Live action atau animasi?
Kedua video WIKA dibuat dalam format live action karena keduanya bergantung pada tempat yang nyata: proyek konstruksi pada 2017 dan gedung WIKA pada 2019. Tidak semua perusahaan berada di posisi yang sama. Pada tahun yang sama dengan video WIKA 2019, video safety induction Waskita Karya dibuat sebagai animasi 2D untuk karyawan dan tamu gedung kantor Waskita, dengan prosedur darurat yang diperagakan oleh karakter berseragam Waskita. Sementara itu, video safety measure Pertamina Shipping memakai motion graphic untuk menjelaskan kronologi kejadian dan prosedur di kapal melalui diagram sederhana.
Pilihannya bergantung pada kebutuhan. Live action paling meyakinkan bila penonton harus mengenali area kerjanya sendiri. Video animasi lebih tepat bila satu video dipakai di banyak lokasi atau bila situasi berbahaya tidak boleh diperagakan. Motion graphic paling jelas untuk prosedur, diagram peralatan, dan urutan kejadian.
Pertanyaan umum
Berapa durasi video safety induction WIKA?
Video 2017 berdurasi sekitar 4 menit 34 detik, dan versi pendek video 2019 sekitar 5 menit 17 detik. Empat video safety induction yang kami produksi untuk WIKA, Waskita Karya, dan Pertamina Shipping berada di kisaran 4,5 sampai 5,5 menit.
Apakah satu video bisa dipakai untuk proyek dan kantor sekaligus?
Bisa, tetapi sering kurang efektif. Kasus WIKA menunjukkan bahwa pekerja proyek dan tamu gedung membutuhkan informasi dan urutan yang berbeda. Lebih baik menyiapkan versi terpisah, atau satu video inti dengan versi tambahan untuk kelompok penonton tertentu.
Mengapa video 2019 memakai presenter, bukan cerita?
Karena tujuannya orientasi. Tamu dan karyawan perlu tahu urutan prosedur dan letak jalur evakuasi, sehingga presenter yang memandu dari satu titik ke titik berikutnya lebih tepat daripada cerita dengan tokoh.
Berapa biaya membuat video safety induction?
Di PopOut, video safety induction mulai dari Rp15.000.000 per video. Biaya akhir bergantung pada format, jumlah lokasi dan hari syuting, izin akses ke area kerja, jumlah versi, dan bahasa. Daftar harga semua jenis video ada di halaman jasa pembuatan video.
Merencanakan video induksi untuk perusahaan Anda
Sebelum menghubungi vendor, siapkan jawaban untuk tiga pertanyaan: siapa yang akan menonton, area mana yang mereka masuki, dan apakah masalah utamanya kepatuhan atau orientasi. Jawaban itu menentukan apakah video Anda lebih dekat ke "Go Home Safely" 2017 atau ke tur gedung 2019. Bila Anda ingin tim kami membantu menyusun naskah dan memproduksinya, lihat layanan jasa video safety induction atau hubungi kami dengan gambaran kebutuhan Anda.
Layanan terkait
Layanan Pembuatan Video Safety Induction
Jasa video safety induction K3 mulai Rp15 juta: live action di lokasi, animasi, atau motion graphic. Pengalaman untuk WIKA, Waskita Karya, dan Pertamina.