Cara Membuat Website Toko Online untuk Bisnis: Langkah, Platform, dan Biayanya
Poin penting
- Website toko online sendiri berjalan di domain Anda, tanpa komisi marketplace, tetapi pengunjungnya harus didatangkan sendiri lewat SEO, iklan, atau media sosial.
- Tujuh langkahnya: tentukan cara berjualan, pilih domain, pilih platform, siapkan katalog, pasang pembayaran dan ongkir, lengkapi halaman dan SEO, lalu uji dan luncurkan.
- Platform siap pakai paling cepat, WordPress dengan WooCommerce paling fleksibel untuk biaya rendah, dan website custom paling cocok untuk alur jualan khusus atau integrasi.
- Biaya terdiri dari domain, hosting atau langganan platform, pembuatan website, potongan payment gateway, dan perawatan setelah website berjalan.
- Di PopOut, website toko online custom mulai dari Rp15.000.000 per proyek.
Daftar isi 4 bagian
Cara membuat website toko online dimulai dari keputusan bisnis, bukan dari memilih template: siapa pembelinya, bagaimana mereka membayar, dan bagaimana barang sampai ke tangan mereka. Panduan ini membahas tujuh langkah membuat website toko online sendiri, pilihan platformnya, dan komponen biayanya, agar Anda bisa memutuskan apakah akan membuatnya sendiri atau memakai jasa.
Website toko online sendiri atau toko di marketplace?
Toko di Shopee, Tokopedia, atau TikTok Shop bisa dibuka dalam satu hari dan langsung mendapat pengunjung dari platform. Sebagai gantinya, Anda mengikuti aturan, biaya layanan, dan tampilan milik marketplace, dan produk Anda tampil berdampingan dengan pesaing.
Website toko online sendiri berjalan di domain Anda. Tampilan, data pelanggan, harga, dan promo sepenuhnya Anda kendalikan, tanpa komisi per transaksi kepada marketplace. Kekurangannya, pengunjung tidak datang dengan sendirinya: mereka harus didatangkan lewat SEO, iklan, media sosial, atau pelanggan yang sudah ada. Banyak bisnis memakai keduanya: marketplace untuk pembeli baru, website sendiri untuk pelanggan tetap, pembeli korporat, dan katalog lengkap.
7 langkah membuat website toko online
1. Tentukan cara Anda berjualan
Tuliskan produk yang dijual, jumlah produk dan variannya, siapa pembelinya, dan wilayah pengirimannya. Toko untuk pembeli perorangan membutuhkan keranjang dan checkout yang cepat. Bisnis B2B sering lebih cocok dengan katalog dan tombol permintaan penawaran, karena harga dan jumlah pesanan dinegosiasikan lebih dulu.
2. Pilih nama domain
Pilih domain yang pendek, mudah dieja, dan sama dengan nama brand Anda, misalnya .com, .id, atau .co.id. Daftarkan atas nama perusahaan Anda sendiri, bukan atas nama penyedia jasa, agar kepemilikannya jelas.
3. Pilih cara membangunnya
- Platform siap pakai seperti Shopify. Paling cepat dan tidak perlu mengurus server, tetapi ada biaya langganan bulanan dan fiturnya terbatas pada yang disediakan platform dan aplikasinya.
- WordPress dengan WooCommerce. Fleksibel dengan biaya awal rendah, tetapi tema, plugin, dan keamanannya harus dirawat sendiri.
- Website custom yang dibangun dengan framework seperti Laravel. Cocok bila alur jualan Anda khusus, produknya ribuan, atau toko harus terhubung ke sistem gudang, akuntansi, atau ERP.
4. Siapkan katalog produk
Setiap produk membutuhkan foto yang jelas dari beberapa sudut, nama yang sama dengan kata yang dicari pembeli, deskripsi dan spesifikasi, harga, varian, stok, serta berat dan dimensi untuk menghitung ongkos kirim. Katalog yang rapi sejak awal mempercepat pembuatan website dan memudahkan produk ditemukan di Google.
5. Pasang pembayaran dan pengiriman
Payment gateway seperti Midtrans atau Xendit memungkinkan pembeli membayar dengan virtual account, e-wallet, QRIS, atau kartu kredit, dan status pesanan berubah otomatis setelah pembayaran berhasil. Untuk pengiriman, ongkos kirim bisa dihitung otomatis per kurir berdasarkan alamat dan berat, atau memakai kurir sendiri dan gratis ongkir seperti yang dilakukan sebagian toko.
6. Lengkapi halaman penting dan SEO
Selain halaman produk, siapkan halaman tentang kami, kontak, cara belanja, kebijakan pengiriman dan pengembalian, serta FAQ. Halaman-halaman ini membangun kepercayaan pembeli yang belum mengenal Anda. Dari sisi SEO, pastikan setiap kategori dan produk punya judul dan deskripsi sendiri, foto yang ringan, dan website yang cepat dibuka di ponsel.
7. Uji, luncurkan, lalu rawat
Sebelum diluncurkan, lakukan beberapa pesanan percobaan dari ponsel dan komputer, dengan setiap metode pembayaran dan pengiriman. Setelah berjalan, website toko online perlu dirawat: sistem dan plugin diperbarui, data di-backup, dan produk serta promo diperbarui. Panduan lengkapnya ada di artikel maintenance website adalah.
Berapa biaya membuat website toko online?
Biaya membuat website toko online terdiri dari beberapa komponen:
- Domain, diperpanjang setiap tahun.
- Hosting atau langganan platform, dibayar bulanan atau tahunan.
- Pembuatan website: desain, pengembangan, input produk awal, dan pengujian. Ini komponen terbesar, dan besarnya bergantung pada jumlah produk, fitur, dan integrasi.
- Potongan payment gateway per transaksi, sesuai tarif penyedia.
- Perawatan setelah website berjalan, baik oleh tim sendiri maupun penyedia jasa.
Rincian biaya website secara umum dibahas di artikel biaya pembuatan website. Di PopOut, website toko online custom mulai dari Rp15.000.000 per proyek.
Membuat sendiri atau memakai jasa?
Membuat sendiri dengan platform siap pakai masuk akal bila produknya sedikit, alur belanjanya standar, dan ada orang di tim yang sanggup mengurus tampilan dan pembaruannya. Memakai jasa lebih tepat bila toko harus terlihat sesuai brand, alur jualannya berbeda dari toko biasa (misalnya harga khusus pembeli B2B), produknya banyak, atau website perlu terhubung dengan sistem lain.
Contoh website toko online yang pernah kami buat, beserta fitur dan harganya, ada di halaman jasa pembuatan website toko online. Layanan website lainnya ada di halaman jasa pembuatan website dan aplikasi.
Layanan terkait
Jasa Pembuatan Website & Aplikasi
Jasa pembuatan website & aplikasi di Jakarta: website company profile, toko online, aplikasi Android/iOS, sistem custom, dan chatbot AI. Klien: Meiji Indonesia.