Layanan

Maintenance Website Adalah: Apa Saja yang Dikerjakan dan Berapa Biayanya

  • Diperbarui
  • 4 menit baca
Maintenance Website Adalah: Apa Saja yang Dikerjakan dan Berapa Biayanya - PopOut Jakarta

Poin penting

  • Maintenance website adalah perawatan rutin setelah website go live: pembaruan sistem, backup, pemantauan keamanan dan uptime, perbaikan bug, serta update konten.
  • Ini berbeda dengan mode "under maintenance", yaitu saat website sengaja ditutup sementara selama perbaikan.
  • Pekerjaannya terbagi menjadi pemeriksaan mingguan, bulanan, dan tahunan, dari mengecek backup hingga memperpanjang domain dan SSL.
  • Biayanya bergantung pada jenis website, frekuensi update konten, kondisi awal website, dan apakah email ikut dijaga; domain, hosting, dan lisensi dibayar terpisah.
  • Di PopOut, jasa maintenance website mulai dari Rp1.000.000 per bulan.
Daftar isi 6 bagian

Maintenance website adalah perawatan rutin yang dilakukan setelah website go live agar website tetap aman, cepat, dan sesuai dengan kondisi bisnis Anda. Isinya mencakup pembaruan sistem dan plugin, backup, pemantauan keamanan dan uptime, perbaikan bug, serta update konten. Artikel ini membahas apa saja yang dikerjakan, checklist berkalanya, dan komponen biaya maintenance website.

Apa itu maintenance website?

Website bukan pekerjaan sekali jadi. Sistem pengelola konten (CMS) seperti WordPress, framework, plugin, dan software di server terus merilis versi baru, sebagian besar untuk menutup celah keamanan. Website yang tidak pernah diperbarui akan semakin rentan diretas, semakin lambat, dan kontennya semakin tidak sesuai dengan kondisi bisnis.

Istilah "maintenance website" juga sering dipakai untuk mode under maintenance, yaitu saat website sengaja ditutup sementara dan pengunjung melihat halaman pemberitahuan. Itu hanya satu momen kecil dari maintenance. Untuk perubahan rutin, mode ini biasanya hanya dipakai beberapa menit, dan pekerjaan besar sebaiknya dijadwalkan saat pengunjung paling sedikit.

Maintenance website apa saja?

  • Pembaruan sistem. CMS, framework, tema, plugin, dan versi PHP diperbarui, setelah backup dibuat dan diuji lebih dulu.
  • Backup. File dan database disalin rutin dan disimpan di luar server utama, agar website bisa dipulihkan bila diretas atau terhapus.
  • Keamanan. Pemindaian malware, pengecekan akun admin yang tidak dipakai, dan penggantian password yang lemah.
  • Pemantauan uptime. Website diperiksa otomatis sehingga gangguan diketahui sebelum dilaporkan pelanggan.
  • Performa. Kecepatan halaman dicek, gambar besar dikompres, dan file serta data sampah dibersihkan.
  • Perbaikan bug dan tautan rusak. Error, formulir yang tidak terkirim, dan link yang mengarah ke halaman tidak ada diperbaiki.
  • Update konten. Produk, harga, promo, berita, dan informasi kontak diperbarui sesuai kondisi terbaru.
  • Domain, SSL, dan email. Masa aktif dipantau agar website dan email perusahaan tidak berhenti karena lupa diperpanjang.

Checklist maintenance website

Setiap minggu

  • Pastikan backup otomatis berjalan dan file backup terbaru bisa dibuka.
  • Cek pembaruan keamanan untuk CMS, tema, dan plugin.
  • Coba formulir kontak, tombol WhatsApp, dan proses checkout bila website Anda toko online.

Setiap bulan

  • Pasang pembaruan sistem dan plugin, lalu periksa halaman-halaman utama setelahnya.
  • Cek kecepatan halaman dengan Google PageSpeed Insights.
  • Cari tautan rusak dan error di Google Search Console.
  • Hapus akun pengguna, plugin, dan file yang tidak lagi dipakai.

Setiap tahun

  • Perpanjang domain, SSL, hosting, dan lisensi plugin berbayar sebelum masa aktifnya habis.
  • Uji pemulihan website dari backup, bukan hanya membuat backupnya.
  • Tinjau ulang isi website: layanan, harga, tim, dan portofolio yang sudah berubah.

Seberapa sering maintenance website perlu dilakukan?

Bergantung pada jenis website. Website company profile yang jarang berubah cukup diperiksa bulanan, dengan pembaruan keamanan segera dipasang begitu dirilis. Toko online dan website dengan area login perlu dipantau lebih sering, karena gangguan langsung berdampak pada penjualan dan data pelanggan. Website WordPress dengan banyak plugin juga membutuhkan perhatian lebih, karena setiap plugin adalah komponen yang harus diperbarui.

Berapa biaya maintenance website?

Biaya maintenance website umumnya dibayar bulanan, dan besarnya ditentukan oleh:

  • Jenis dan ukuran website. Company profile, toko online, atau sistem dengan banyak pengguna.
  • Frekuensi update konten. Sesekali, mingguan, atau hampir setiap hari.
  • Kondisi awal website. Website yang bertahun-tahun tidak diperbarui biasanya perlu dibereskan lebih dulu sebelum dirawat rutin.
  • Cakupan tambahan seperti akun email perusahaan, laporan bulanan, atau optimasi SEO.

Di luar biaya jasa, ada biaya rutin yang tetap harus dibayar: perpanjangan domain, hosting, SSL berbayar bila dipakai, dan lisensi plugin atau tema premium. Penambahan fitur baru atau desain ulang biasanya dihitung sebagai proyek tersendiri. Di PopOut, jasa maintenance website mulai dari Rp1.000.000 per bulan.

Dikerjakan sendiri atau memakai jasa?

Maintenance bisa dikerjakan sendiri bila ada orang di tim yang paham cara memperbarui sistem, membuat dan memulihkan backup, serta mengenali tanda website diretas, dan orang itu punya waktu untuk melakukannya secara rutin. Bila tidak, memakai jasa biasanya lebih hemat daripada memulihkan website yang sudah diretas atau kehilangan data. Untuk website yang menyimpan data pelanggan atau menerima pembayaran, pertimbangkan juga pentest berkala untuk menemukan celah yang tidak terlihat dari pemeriksaan rutin.

Layanan website lainnya ada di halaman jasa pembuatan website dan aplikasi.

Bagikan artikel ini

Layanan terkait

Jasa Pembuatan Website & Aplikasi

Jasa pembuatan website & aplikasi di Jakarta: website company profile, toko online, aplikasi Android/iOS, sistem custom, dan chatbot AI. Klien: Meiji Indonesia.

Dipercaya oleh para industri leader
maupun startup

Bank Mandiri Wijaya Karya (WIKA) Unilever Pertamina Kable Indonesia Permodalan Nasional Madani (PNM) MSIG Life Hutama Karya Infrastruktur PT Catur Agrodaya Mandiri (UPL Indonesia) Vinoti - Vivere Indonesia